Jumat, 30 Mei 2014

Manusia dan Tanggung Jawab


MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
A. Manusia dan Tanggung Jawab
Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Kewajiban terbatas
b) Kewajiban tidak terbatas

1. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menaggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau oerbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. 

2. Makna Tanggung Jawab
Makna dari tanggung jawab itu sendiri ialah siap menerima kewajiban atau tugas. Dalam artian disini bahwa ketika seseorang diberikan kewajiban atau tugas, seseorang tersebut akan menghadapi suatu pilihan yaitu menerima dan menghadapinya dengan dedikasi atau menunda dan mengabaikan tugas atau kewajiban tersebut.

3. Macam-Macam Tanggung Jawab 
Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.

2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
 Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.

4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.

5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

4. Contoh Tanggung Jawab

Terhadap diri sendiri
Misalnya sebagai seorang pelajar kita haruslah mengerti dan menyadari posisi kita untuk senantiasa belajar dan mengerjakan segala pekerjaan rumah dengan penuh dedikasi, karena hal-hal seperti itulah yang akan mempengaruhi kesuksesan kita sendiri pada akhirnya. Hal-hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan orang lain, karena yang menentukan jalan hidup kita, masa depan kita adalah kita sendiri.
Terhadap keluarga
Misalnya seorang anak memiliki tanggung jawab kepada keluarganya untuk selalu menjaga dan melindungi nama baik keluarganya setiap saat dengan cara bertindak dan berperilaku dengan sopan dan santun sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakat dan tidak melanggar aturan-aturan tersebut.
Terhadap masyarakat
Manusia sebagai mahkluk social tentunya tidak dapat hidup sendiri dan harus bermasyarakat dengan individu lainnya, oleh karena itu setiap anggota masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam masyarakat misalnya tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketentraman di lingkungan masyarakat tersebut.
-Terhadap bangsa dan Negara
Dalam bermasyarakat untuk mencapai tujuan kesejahteraan bersama maka diadakannya kegiatan berbangsa dan bernegara. Dimana masing-masing dari kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk Negara yakni menjaga persatuan dan kesatuan Negara dengan mengikuti hokum dan tata tertib bernagsa dan bernegara yang diterapkan di Negara tersebut.
Terhadap Tuhan
Sebagai mahkluk yang telah di ciptakan oleh Tuhan di dunia ini, dilindungi dan dibesarkan, diberikan akal sehat dan berbagai macam rahmat dan karunia-Nya maka kita tentunya memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan segala sesuatu yang telah diberikan-Nya kepada kita dan serta senantiasa mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita dengan cara beribadah dan berdoa kepada-Nya.

5. Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga.  Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman..
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.


Referensi :


Noviyanti

26113568
1kb08

Selasa, 15 April 2014

Manusia dan Cinta Kaish

Manusia dan Cinta Kasih


A. pengerian cinta kasih

Cinta adalah  rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
  3. Cinta menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut.

Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu.
1. Dr Sarlito W. Sarwono berpendapat bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu:
  1. Keterikatan: Adanya perasaan untuk hanya bersama seseorang yang kita cintaiatau kita kasihi, segala prioritas hanya untuk dia, tidak mau pergi dengan oranglain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikitbeli oleh-oleh untuk dia.
  2. Keintiman: Adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkanbahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilanformal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil namaatau panggilan sayang dan sebagainya. Makan dan minum dari satu piring-cangkirtanpa rasa risih ataupun jengah, pinjam meminjam baju, saling memakai uangtanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lainnya.
  3. Kemesraan: Adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa rindu jika jauh ataulama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan suasana-suasana yang menimbulkan rasa romantis.
Rasa cinta yang baik adalah jika adanya keseimbangan antara 3 unsur tersebut. Jika salah satu ada yang lebih ataupun sebaliknya, pasti aka nada keretakan dalam cinta tersebut.

2. Seorang psikolog Amerika, Robert J. Sternberg menyatakan bahwa ada  3 unsur dalam segitiga cinta yaitu :


1)    Komitmen adalah upaya sadar untuk menjaga hubungan.
2)    Keintiman adalah kedekatan emosional, yang melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara dua individu
3)    Gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual.

3. Cinta memiliki tiga tingkatan,yaitu :
  • Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Tuhan.
  • Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orangtua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat.
  • Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Namun ada juga 3 tingkatan menurut Kangzain, yaitu :
  • Cinta berbasis Shodr (lapisan hati luar)
Ciri-cirinya adalah perasaan mudah gelisah, kecenderungan yang ada adalah untuk memiliki bukan untuk memberi. Cinta ini lebih ke cinta akan hal-hal duniawi
  • Cinta berbasis Qolbu (lapisan hati tengah)
Ciri-cirinya adalah perasaan kadang gelisah tapi kadang tenang bahagia. Cinta tingkat ini tidak menentu, terkadang cinta akan dunia kadang juga cintanya lebih besar kepada Tuhan.
  • Cinta berbasis Fuad (lapisan hati dalam)
Inilah cinta yang sejati, sangat dalam dan yang melupakan (dunia). Cinta tingkat ini sudah seutuhnya hanya cinta kepada Tuhan.

 
B.CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

1. Bentuk Cinta dan Ayat Al-Qur’an Tentang Cinta

Berbagai bentuk cinta:
1. Cinta kepada thagut: Syetan atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3. Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.

2. Ayat-ayat Al-Qur’an tentang cinta:

1. Cinta Diri
Cinta Diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Al-Qur’an telah mengungkpkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari diri dari segala sesuatu yang membahayakan kesalahan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammd SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hl gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan. (QS, Al-Adiyat, 100:8)

2. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Allah ketika member isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menurus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu.

3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama ntara suami dan istri. Ia merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksual terbentuk keluarga.

4. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh iktan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-ankanya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melaikan dorongan psikis.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kasih nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta. Kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak:
“…Dan nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil – : “Hai…anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir”.(QS, Yusuf, 12:84)

5. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepad rasul, yang ditulis Allah sebagai rahmh bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkt ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.

C. KASIH SAYANG

1. Pengertian Kasih Sayang

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

2. Cinta Kasih Dari Orangtua dan Contoh Tentang Kasih Sayang
Macam-macam cinta kasih dari orangtua:
1. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
2. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
3. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
4. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.

 3. Contoh-contoh tentang kasih sayang:

1. Cinta kasih antar orang tua dan anak. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna di kemudian hari.

2. Cinta kasih antara pria dan wanita. Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntaian mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.

3. Cinta kasih antara manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.

4. Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada tuhan penciptanya.

5. Cinta kasih manusia terhadap lingkungan. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
  
D.  KEMESRAAN

1. Pengertian Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

2. Pusisi Tentang Kemesraan

KEMESRAAN DI DALAM CINTA

“Hidup ini indah karena Cinta”

Aku tak tau mencinta..
Sebelum kuterlahir jadi manusia..
Kutak tau tuk apa kutercipta…
Karena tiada yang mau..
Mengajarkan aku untuk mencinta..

Seandainya cinta kurasa sejak dini..
Kupasti tak merasakan terabai…
Karena dia, yang jadi milikku..
Begitu baiknya ajarkan aku mencinta…
Ajarku tuk menyayanginya..
Dan memberikan aku semangat hidup….

Keluh kesahku tak pernah ada..
Karena dia, yang slalu menasehatiku..
Mempersembahkan canda pada hatiku…
Sehingga berwarnalah dunia ini…
Aku tak mau, kehilangan kemesraan ini..
Ajarilah aku slalu sayangku..

Kuingin slalu bersamamu..
Menjaga cintamu..dan memelukmu…
Tak sekedar ciuman mesra untukmu..
Tapi pengorbanan raga, kusiap sedia untukmu…
Aku cinta kamu….

E. PEMUJAAN

1. Pengertian Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.


F. BELAS KASIHAN

1. Pengertian Belas Kasihan

Belas kasih (composian) adalah kebajikan satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian.


2. Cara Menumpahkan Belas Kasihan

Cara-cara menumpahkan belas kasih:
1. Ada yang memberikan uang.
2. Ada yang memberikan barang.
3. Ada yang memberikan pakaian, makakanan dll.


G. CINTA KASIH EROTIS

1. Pengertian Cinta Kasih Erotis

Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja.
Cinta kasih erotis, apabila benar-benar sebuah cinta sejati, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi lawan jenisnya. Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan.


Referensi:
 http://addressgimanamaksudnya.wordpress.com/2012/10/14/tugas-ibdbab-4/


NOVIYANTI
1KB08
26113568

Selasa, 18 Maret 2014

Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan kebudayaan


1. MANUSIA
A. Unsur-unsur yang Membangun Manusia
Ada dua pandangan yang dapat dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1. Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu:
  •  Jasad :  badan manusia yang tampak dari luar dapta diraba dan menempati ruang.
  •  Hayat  :  mengandung unsur hidup yang ditadai gerak
  •  Ruh  :  bimbingan allah yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran 
  •  Nafs  :  kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai suatu kepribadian memiliki 3 unsur yaitu:
  •  Id  :  merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak     tampak
  •  Ego  :   bagian yang pertama kali dibedakan dengan id, disebut bagian yang  disebut eksekutif
  •  Super Ego  :   kepribadian yang muncul paling akhir sekitar usia 5 tahun
B. Hakikat Manusia 
Hakikat manusia adalah dasaar atau kenyataan dari manusia itu sendiri yaitu:
a. Manusia diciptakan allah yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh adlah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat dida;am tubuh, tidak dapt dilihat, tidak dapat diraba sifatnya abstrak tetapi abadi
b. Makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kesempuraannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptaan dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwaa manusia, dengan akal manusia dapat meancipatakan ilmu peangetahuan dan teknologi, adanya nilai yang baik dan buruk.
c. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi, manusia adlah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.
d. Makhluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan teknologi. Mempunyai kulitas dan martabat karena kemamppun berkerja dan berkarya

C. Kepribadian bangsa timur
1. Kepribadian bangsa timur identik dengan bangsa asia, contohnya negara indonesia.  Bangsa timur pun memiliki ciri-ciri :
- ramah terhadap sesama
- saling gotong royong 
- saling tplong menolog
- saling menghargai
- lebih mementingkan kehidupan rohani, mistik sedangkan bangsa barat, individualis                       (mementingkan diri sendiri), pikiran logis dan terbuka 
Contoh:
  • kepribadian bangsa timur akan dalam pakaian akan tertutup dibandingkan dengan bangsa Barat karena memiliki rasa malu yang sangat tinggi. Sedangkan bangsa baarat lebih cenderum terbuka.
  • Kepribadian bangsa timur lebih mengajarkan untuk bersopan santun dan bertata krama, sedangkan bangsa barat cuek-cuek saja.
2.  Bagan psikososiogram manusia
Penjelasan:
  • nomor 7 dan 6 disebutkan daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkungan itu berada didaerah pendalaman sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan contohnya: impian atau cita-cita yang diinginkan.
  • Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious)
  •  Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious) yaitu secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.
  •  Nomor 3 disebut lingkungan hubungan karib 
  •  Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra , melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, bintang atau benda-benda itu bagi dirinya.
  •  Nomor1 disebut lingkungan jarak jauh
  •  Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar, contoh: anggapan pelajar yang tidak pernah ke luar negri tentang jepang.
                                                                              

2. KEBUDAYAAN
A. Pengertian kebudayaan 
kebudayaan adalah sistem nilai dan gagasan utama mendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu, sehingga mendominaasikan keseluruh kehhidupan para pendukungnya itu. Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayan secara terperinci, yaitu sistem ideologi, sistem social dan sistem teknologi. Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat dan peraturan hukam. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial didalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai denga budaya yang berlaku.
Tokoh-tokoh kebudayaan yaitu:
* tokoh politik indonesia:
 - adnan buyung nasution
 - akbar tandjung
 - amien rais 
 - susilo bambang yudohyono
* tokoh ekonimi 
 - boediono
 - revrisond baswir
 - widjojo nitisastro

B. Unsur-unsur kebudayaan 
1) Unsur-unsur kebudayaan universal :
1. Sistem religi : produk manusia sebagai religius.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan : produk dari manusia sebagai homo social.
3. Sistem pengetahuan : produk manusia sebagai homo sapiens.
4. Sistem mata pencarian dan sistem ekonomi : produk manusia sebagai homo economicus.
5. Sistem teknologi dan peralatan : produk manusia sebagai homo fabel.
6. Bahasa : produk manusia sebagai homo loguens.
7. Kesenian : produk manusia sebagai aesticus.

2)  perbedaan kebudayaan dalam 2 bentuk wujud yaitu:
   A. Kebudayaan material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yany nyata. Juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, dan gedung pencakar langit. 

B. Kebudayaan nonmaterial
kebudayaan nonmaterian adalah ciptaan-ciptaan abtrak yang diwariskan  dari generasi ke generaisi,yaitu seperti dongeng, cerita rakyat dan lagu atau tari tradisional kebudayaan secara matrial adalah semua benda dan alat keerja yang dihasilkan oleh teknologi. Teknologi merupakan unsur budaya yang sangat penting sebab perubahan teknologi akan mempengaruhi unsur kebudayaan lain. Misalnya, perubahan teknologi berburu menjadi teknologi pertanian.


C. Wujud kebudayaan 
  
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu:
1. Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia : wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapt dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2. Kompleks aktivitas : berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongret, dapat diamati atau diobservasi.
3. Wujud sebagai benda : aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak saling lepas dari berbagai penggunaan peralatan saebagai karya manusia untuk mencapai tujuannya.

D. Orientasi nilai budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia memilik sistem nilai. Secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
  •  Hakekat hidup manusia : untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem.
  •  Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak hidup untuk menambah karya.
  •  Hakekat waktu manusia : untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau masa kini.
  •  Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengekspolitasi alam, ada juga harus menyatu dengan alam.
  •  Hakekat hubungan manusias : mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal.

E. Perubahan kebudayaan 
1. Faktor-faktor yang memperngaruhi diterima atau tidak unsur kebudayaan baru: 
- terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak
- pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan 
- sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
- dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat 
2. Terjadinya gerakan perubahan disebabkan oleh :
1. Perubahan jumalah penduduk 
2. Perubhan lingkungan hidup
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difungsi kebudayaannya, penemuan-penemuan baru, khusunya teknologi dan inovasi.

F. Kaitan manusia dan kebudayaan 
A. Hubungan manusia dan kebudayaan secar sederhana adalah manusia sebagai perlaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain, hubugan antar manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis.
Contoh manusia dengan kebudayaan yaitu :
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan, contohnya :  adat-istiadat lamaran dilampung dan minangkabau.
2. Cara hidup dikota dan didesa berbada, contohnya : perbedaan anak yang dibesarkan    dikota dan anak yang dibesarkan didesa.
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
5. Kebudayaan berdasarkan profesi, contohnya : kepribadian dokter berbeda dengan  keperibadian pengacara
B. Proses dialektis tercipta melalui 3 tahap yaitu :

1. Eksternalisasi  :  proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
2. Obyektivitas  :  proses dimana manusia menjadirealitas obyektif
3. Internalisasi  :  proses dimana manusia kembali dipelajari manusia


refernsi :
farramaulvi.blogspot.com/2013/11/bab-2-manusia-dan-kebudayaan.html
-  http://hadinugroho6939.wordpress.com/2012/10/14/manusia-dan-kebudayaan/